Rabu, 12 Desember 2012

DAU dan DAK Kab. Bengkulu Selatan Diserap Tiga Kecamatan di Kab. Seluma dan Kab. Kaur

Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kab. Bengkulu Selatan untuk bidang pendidikan dan kesehatan yang sedianya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Selatan, ternyata juga terserap untuk penduduk Kecamatan Semidang Alas dan Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma serta penduduk Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Hal ini disebabkan karena tiga kecamatan tersebut secara geografis lebih dekat dengan Kabupaten Bengkulu Selatan, sehingga penduduknya lebih memilih fasilitas pendidikan dan kesehatan yang ada di Kabupaten Bengulu Selatan, dibandingkan harus ke Kabupaten Seluma maupun Kabupaten Kaur yang jaraknya lebih jauh. Demikian juga terhadap kuota bahan bakar minyak (BBM) yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat Bengkulu Selatan, juga dinikmati oleh penduduk yang tinggal di tiga kecamatan tersebut. “Hal ini tentu saja merugikan Pemohon I selaku Kepala Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan dan karenanya mencederai rasa keadilan masyarakat di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.” Demikian dikatakan oleh Zainuddin Paru selaku kuasa hukum Para Pemohon saat memaparkan perbaikan permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (12/12/12) siang. Sidang kali kedua untuk perkara 112/PUU-X/2012 ihwal pengujian Pasal 4 huruf d dan e, Pasal 5 huruf g, Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu, ini beragendakan perbaikan permohonan. Uji materi UU Nomor 3 Tahun 2003 ini dimohonkan oleh Bupati Bengkulu Selatan H. Reskan E. Awaluddin, Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan Susman Hadi, Aguslianto, dan Muksan. Zainuddin Paru di hadapan panel hakim konstitusi Achmad Sodiki (ketua panel), Muhammad Alim, dan Anwar Usman, memaparkan perbaikan permohonan yang meliputi kedudukan hukum pemohon (legal standing), pokok perkara dan perbaikan petitum. Zainuddin menjelaskan legal standing Aguslianto yaitu perorangan WNI yang juga tokoh masyarakat yang tinggal di Kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma dan Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Aguslianto, kata Zainuddin, secara langsung merasakan dan mengalami kerugian akibat berlakunya Pasal 4 huruf d dan e, Pasal 5 huruf g, Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (2) dan (3) UU No. 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu. “Di antaranya, jarak dan waktu tempuh untuk mencapai pusat pemerintahan daerah menjadi sangat jauh, di samping alat transportasi umum yang masih sangat jarang. Sementara ketersediaan layanan Rumkit (rumah sakit), sekolah, dan pusat bisnis lebih dekat ke Kabupaten Bengkulu Selatan daripada ke Kabupaten Seluma ataupun ke Kabupaten Kaur,” terang Zainuddin Paru. Hal tersebut, lanjut Zainuddin, tidak sejalan dengan tujuan dari pemekaran itu sendiri, sebagaimana termaktub dalam konsideran Menimbang huruf c Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 yang menyatakan: “bahwa pembentukan Kabupaten sebagaimana tersebut dalam huruf b, akan dapat mendorong peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah.” Para Pemohon dalam petitum meminta Mahkamah menyatakan Pasal 4 huruf d dan e serta Pasal 5 huruf g UU Nomor 3 Tahun 2003 bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang masih memasukkan Kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras ke dalam cakupan wilayah Kabupaten Seluma dan Kecamatan Tanjung Kemuning ke dalam cakupan wilayah Kabupaten Kaur. Juga meminta Mahkamah menyatakan Pasal 7 ayat (2) dan (3) serta penjelasan umum alinea ketiga UU Nomor 3 Tahun 2003 bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang tidak disesuaikan dengan putusan Mahkamah. Berikut bunyi pasal-pasal dalam UU Nomor 3 Tahun 2003 yang diujikan ke MK. Pasal 4 menyatakan: “Kabupaten Seluma berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdiri atas: a. Kecamatan Sukaraja; b. Kecamatan Seluma; c. Kecamatan Talo; d. Kecamatan Semidang Alas; dan e. Kecamatan Semidang Alas Maras.” Pasal 5: “Kabupaten Kaur berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdiri atas: a. Kecamatan Kaur Utara; b. Kecamatan Kinal; c. Kecamatan Kaur Tengah; d. Kecamatan Kaur Selatan; e. Kecamatan Maje; f. Kecamatan Nasal; dan g. Kecamatan Tanjung Kemuning.” Pasal 6 ayat (2): “Dengan terbentuknya Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, wilayahKabupaten Bengkulu Selatan dikurangi dengan wilayah Kabupaten Seluma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, dan wilayah Kabupaten Kaur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5.” Pasal 7: “(2) Kabupaten Seluma mempunyai batas wilayah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dan Kecamatan Talang empat Kabupaten Bengkulu Utara; b. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan; dan d. sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia. (3) Kabupaten Kaur mempunyai batas wilayah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan; b. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung; dan d. sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia.” (Nur Rosihin Ana/mh)

Kamis, 29 November 2012

Minta Perluasan Wilayah, Bupati dan DPRD Bengkulu Selatan Uji UU Nomor 3 Tahun 2003 Di Mahkamah Konstitusi

Kabupaten Bengkulu Selatan telah dibentuk sejak 56 tahun lalu melalui Undang-Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 dengan luas wilayah 5.955,59 km². Namun setelah pembentukan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003, luas wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai Kabupaten Induk berkurang menjadi 1.186,10 km². Sementara dua kabupaten pemekaran dari Kabupaten Bengkulu selatan, yaitu Kabupaten Seluma mempunyai luas wilayah 2.400,44 km², dan Kabupaten Kaur mempunyai luas wilayah 2.369,05 km². “Menurut kami, pembagian luas wilayah ini tidaklah profesional karena pembagian wilayah Bengkulu Selatan sebagai kabupaten induk tidak sampai setengah dari masing-masing wilayah yang dibentuknya atau sekitar 19,93% saja luas yang tersisa atau sekitar 80,07% wilayah yang terlepas dari kabupaten induk sebelumnya.” Demikian disampaikan Zainuddin Paru selaku kuasa hukum Para Pemohon, saat memaparkan pokok permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (28/11/2012) siang. Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara Nomor 112/PUU-X/2012 ihwal pengujian Pasal 4 huruf d dan e, Pasal 5 huruf g, Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu, ini dilaksanakan oleh panel hakim konstitusi Achmad Sodiki (ketua panel), Muhammad Alim, dan Anwar Usman. Uji materi UU Nomor 3 Tahun 2003 ini dimohonkan oleh Bupati Bengkulu Selatan H. Reskan E. Awaluddin, Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan Susman Hadi, Aguslianto, dan Muksan. Tujuan pemekaran daerah, lanjut Zainuddin, adalah untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan, mendekatkan, memudahkan, dan mengefisienkan pelayanan pemerintahan dalam rangka menyejahterakan, meningkatkan peran serta masyarakat, dan efisiensi pelaksanaan pembangunan dalam wilayah yang dimekarkan. Akan tetapi, setelah lahirnya UU Nomor 3 Tahun 2003, justru menimbulkan banyak masalah pada warga setempat, khususnya yang berdomisili di wilayah Kecamatan Semidang Alas dan Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma, serta warga Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. “Pembagian luas wilayah yang tidak profesional di atas dilatarbelakangi oleh adanya prosedur atau legal formal yang tidak benar berakibat adanya cacat hukum pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 dan pembagian wilayah yang tidak proporsianal di atas juga melewati proses yang tidak wajar, yaitu adanya kepentingan politik dari sekelompok orang,” lanjut Zainuddin. Cacat Bawaan Di samping adanya kepentingan politik sebagaimana dijelaskan di atas, sejak awal terbitnya UU Nomor 3 Tahun 2003 melanggar prosedur dan mengandung cacat hukum atau cacat bawaan karena belum pernah dibahas dalam rapat-rapat paripurna. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Tata Tertib DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan Nomor 01 Tahun 2002. “Maka adalah wajar apabila pada tataran implementasinya terkait dengan batas wilayah di lapangan, antar kabupaten yang dibentuknya hingga kini belum ada ketetapan dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, meskipun telah diamanatkan sejak 9 tahun yang lalu di dalam Pasal 7 ayat (5) Undang-Undang a quo beserta penjelasannya,” jelas Zainuddin. Tambah Wilayah Upaya hukum yang ditempuh oleh Bupati Bengkulu Selatan ke MK adalah dengan maksud untuk mendapatkan penambahan luas wilayah. “Dengan harapan bahwa melalui proses persidangan di Mahkamah ini dapat pula mendapatkan hak sebagaimana yang diinginkan untuk memberikan pelayanan masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan menjadi lebih baik,” pinta Zainuddin Paru. Dalam petitum, para pemohon meminta Mahkamah menyatakan Pasal 4 huruf d dan e, Pasal 5 huruf g, Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (2) dan (3) UU Nomor 3 Tahun 2003 menimbulkan ketidakpastian hukum dan ketidakadilan yang berakibat tidak dapat diperolehnya hak-hak konstitusional para pemohon yang dijamin UUD 1945. Para Pemohon juga meminta Mahkamah mengubah bunyi Pasal 4, Pasal 5, Pasal 7 ayat (2) dan ayat (3), serta paragraf 3 bagian penjelasan UU Nomor 3 Tahun 2003. Pasal 4 menyatakan: “Kabupaten Seluma berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdiri atas: a. Kecamatan Sukaraja; b. Kecamatan Seluma; c. Kecamatan Talo; d. Kecamatan Semidang Alas; dan e. Kecamatan Semidang Alas Maras. Para pemohon meminta Pasal 4 diubah menjadi: ““Kabupaten Seluma berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdiri atas: a. Kecamatan Sukaraja; b. Kecamatan Seluma; c. Kecamatan Talo. Pasal 5 menyatakan: “Kabupaten Kaur berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdiri atas: a. Kecamatan Kaur Utara; b. Kecamatan Kinal; c. Kecamatan Kaur Tengah; d. Kecamatan Kaur Selatan; e. Kecamatan Maje; f. Kecamatan Nasal; dan g. Kecamatan Tanjung Kemuning.” Perubahan yang diinginkan para pemohon, Pasal 5: “Kabupaten Kaur berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdiri atas: a. Kecamatan Kaur Utara; b. Kecamatan Kinal; c. Kecamatan Kaur Tengah; d. Kecamatan Kaur Selatan; e. Kecamatan Maje; dan f. Kecamatan Nasal.” Pasal 7 ayat (2): “Kabupaten Seluma mempunyai batas wilayah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dan Kecamatan Talang empat Kabupaten Bengkulu Utara; b. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan; dan d. sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia. Perubahan yang diminta, Pasal 7 ayat (2): “Kabupaten Seluma mempunyai batas wilayah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dan Kecamatan Talang empat Kabupaten Bengkulu Utara; b. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kecamatan Semidang Alas dan Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Bengkulu Selatan, dan d. sebelah barat berbatasan dengan Samudrea Hindia. Pasal 7 ayat (3): “Kabupaten Kaur mempunyai batas wilayah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan; b. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung; dan d. sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia. Perubahan yang diminta, Pasal 7 ayat (3): “Kabupaten Kaur mempunyai batas wilayah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan; b. sebelah timur berbatasan dengan Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung, dan d. Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia-Belanda. (Nur Rosihin Ana/mh)

Minggu, 09 September 2012

MAMAH DEDEH CERAMAH AGAMA DI MANNA BENGKULU SELATAN

Dalam rangka Halal Bihalal , Dharma Wanita Kabupaten Bengkulu Selatan mengundang  Mamah Dedeh Ustadzah yang biasa Ceramah Agama yang disiarakan  di Stasiun  Televisi, acara dimulai pukul 12.00 wib diawali sholat Zuhur bersama , setelah itu acara ceramah agama segera dimulai , Sesda Kab Bengkulu Selatan membuka acara ini mewakili Bupati Bengkulu Selatan , karena Bupati Bengkulu Selatan tidak berada di tempat karena waktu yang bersamaaan ke kota Bengkulu dalam rangka menghadiri  undangan 3 menteri yang sedang berada di kota Bengkulu , Acara Mamah Dedeh ini dihadiri oleh warga Bengkulu Selatan sekitar 3000 orang , dengan sangat antusias warga Bengkulu Selatan menghadiri acara Ceramah Agama Mamah Dedeh Ini , Acara ini disiarkan langsung ( Live } oleh Radio Mitra Fm , disebarluaskan melalui Frek FM 101.3 Mhz serta di Radio Streming Internet .











Kamis, 06 September 2012

POTENSI DAERAH DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BENGKULU SELATAN


Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam wilayah Provinsi Bengkulu, memiliki berbagai kekayaan sumber daya alam dan berbagai potensi yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Kabupaten Bengkulu Selatan berada di sebelah Barat Bukit Barisan dengan luas administrasi lebih kurang 1.186,10 kilometer persegi dan luas wilayah lautan 384 kilometer persegi. Kabupaten Bengkulu Selatan terletak pada 4o – 5o LS dan 102o – 103o BT.
 Secara administratif Kabupaten Bengkulu Selatan berbatasan dengan:
  • Ø Sebelah Utara dengan Kabupaten Seluma
  • Ø Sebelah Timur dengan Provinsi Sumatera Selatan
  • Ø Sebelah Selatan dengan Kabupaten Kaur
  • Ø Sebelah Barat dengan Samudera Indonesia
Berdasarkan topografinya Kabupaten Bengkulu Selatan terletak pada tiga jalur, yaitu;
  1. Jalur Pertama klasifikasi Daerah Dataran Rendah : 0 – 100 meter di atas permukaan laut dengan luas mencapai 50,93 persen.
  2. Jalur Kedua klasifikasi Daerah Berbukit : 100 – 1.000 meter di atas permukaan laut dengan luas mencapai 43 persen
  3. Jalur ketiga terletak di sebelah Utara – Timur sampai ke puncak Bukit Barisan dengan luas mencapai 6,07 persen.
Kabupaten Bengkulu Selatan dalam melaksanakan pembangunan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berpedoman pada visi yang telah ditetapkan, yaitu:
TERWUJUDNYA KEHIDUPAN MASYARAKAT KABUPATEN BENGKULU SELATAN YANG MAJU, MANDIRI, AMAN, DEMOKRATIS, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT
Dalam rangka mendukung keberhasilan pencapaian visi tersebut, ditetapkan misi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan yang tentunya dengan dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan pembangunan, yaitu:
  1. Mewujudkan kualitas hidup masyarakat berasas pembangunan berkelanjutan dan berwawasan linkungan adalah mendorong pembangunan yang menjamin pemerataan yang seluas-luasnya di dukung oleh sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan lingkungan guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat secara merata terhadap peningkatan kualitas hidup.
  2. Mewujudkan peningkatan pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi yang berkelanjutan adalah meningkatkan pembangunan yang menjamin pemerataan yang seluas-luasnya di dukung oleh infrastruktur yang maju guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat secara merata terhadap sarana dan prasarana kebutuhan dasar.
  3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, profesional dan tanggung jawab adalah pembangunan yang mengutamakan peningkatan pelayanan administrasi pemerintahan sesuai dengan standar pelayanan minimal untuk mendorong peningkatan kepuasan masyarakat.
  4. Mewujudkan ketentraman dan ketertiban masyarakat adalah mendorong pembangunan memperhatikan keselarasan yang menjamin penciptaan ketentraman dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat sebagai perwujudan kehidupan yang aman dan demokratis.
  5. Mewujudkan masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan yang religius dan menjungjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal adalah mendorong pembangunan yang dilakukan dengan memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk hidup sejahtera dan menjamin pelaksanaan hak yang sama setiap masyarakat.
Jumlah penduduk Kabupaten Bengkulu Selatan berdasarkan hasil estimasi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk pertengahan tahun 2009 berjumlah 142.964 jiwa yang terdiri dari 72.786 laki-laki dan 70.178 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2005 – 2009 adalah 1,19 % dengan kepadatan penduduk rata-rata 121 jiwa per Km2.
Berdasarkan Susenas 2009, sebanyak 63,8 persen penduduk Kabupaten Bengkulu Selatan berada pada usia 10 tahun ke atas yang merupakan angkatan kerja. Pencari kerja yang terdaftar di Subdin Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2009 sebanyak 1.339 orang. Sementara yang bekerja masih di dominasi sektor, dengan rincian sebagai berikut:
  • Ø Pertanian 64,4 persen
  • Ø Pertambangan dan penggalian 2,4 persen
  • Ø Industri Pengolahan 1,1 persen
  • Ø Listrik dan Air Minum 0,1 persen
  • Ø Konstruksi 2,5 persen
  • Ø Perdagangan dan Akomodasi 11,7 persen
  • Ø Jasa Angkutan dan Komunikasi 3,9 persen
  • Ø Jasa Keuangan / Persewaan 0,5 persen
  • Ø Jasa Kemasyarakatan 13,3 persen.
Tingkat kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Selatan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2009 sebesar 26,37 persen.
POTENSI DAERAH DAN PELUANG INVESTASI
KABUPATEN BENGKULU SELATAN 
PERTANIAN TANAMAN PANGAN
Luas panen bersih tanaman padi di Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 2009 adalah seluas 16.638 Hektar padi sawah dan 828 Hektar padi ladang. Luas panen tanaman jagung pada tahun 2009 tercatat seluas 3.440 Hektar dengan produksi 15.835 ton jagung pipilan kering, kedelai seluas 143 hektar dengan produksi 48 ton biji kering, kacang tanah seluas 372 hektar dengan produksi 676 ton biji kering, kacang hijau seluas 105 hektar dengan produksi 309 ton biji kering.
Luas lahan sawah menurut jenisnya di Bengkulu Selatan, sebagai berikut:
  • Ø Sawah Irigasi Teknis 3.917 hektar
  • Ø Sawah Irigasi Setengah Teknis 1.432 hektar
  • Ø Sawah Irigasi Sederhana 1.363 hektar
  • Ø Sawah Irigasi Desa 1.472 hektar
  • Ø Sawah Tadah Hujan 2.526 hektar
  • Ø Sawah Pasang Surut 14 hektar
PERKEBUNAN

Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki potensi yang sangat besar terutama dalam bidang Perkebunan. Hal ini ditandai dengan luasnya tanaman perkebunan yang merata di seluruh kecamatan, dengan komoditi utama antara lain:
  1. Kelapa sawit 11.834 hektar dengan produksi 97.952,9 ton,
  2. Kopi 3,055 hektar dengan produksi 1.830 ton,
  3. Karet 4.119 hektar dengan produksi 4.486,12 ton,
  4. Coklat 1.437 hektar dengan produksi 600 ton,
  5. Kelapa 875 hektar dengan produksi 1.313 ton.
Mengingat tingginya hasil produksi perkebunan yang membutuhkan pengolahan yang lebih maksimal, sedangkan disisi lain masih luasnya lahan perkebunan yang belum dikelola secara optimal, maka memberikan peluang yang lebih besar kepada para investor baik investor dari dalam negeri maupun investor dari luar negeri untuk bisa berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan Kabupaten Bengkulu Selatan.
Peluang investasi yang kami tawarkan kepada para investor diantaranya pembangunan Pabrik (CPO) yang akan memberikan keuntungan besar serta secara langsung dapat memberi efek positif pada peningkatan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat. Selain itu, peluang yang juga bisa dioptimalkan adalah investasi untuk pengelolaan hasil perkebunan lainnya yaitu dengan pembangunan pabrik pengolahan bahan mentah dari karet.
PERIKANAN
Produksi perikanan laut pada tahun 2009 di Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun lalu yaitu 1.800 ton dengan nilai 34,2 milyar rupiah, sedangkan untuk perikanan darat produksinya juga meningkat menjadi 963,39 ton dengan nilai 17,341 milyar rupiah.
Potensi bidang kelautan yang dimiliki oleh Kabupaten Bengkulu Selatan seperti Lobster, Kepiting, Tuna, Sirip Hiu, maupun jenis ikan laut kualitas ekspor lainnya. Sedangkan di Bidang Budidaya Perikanan Darat, potensi yang dikembangkan yaitu Budidaya Air Payau (Tambah Udang), dan Budidaya Air Tawar (Kolam Air Deras, Jaring Apung, Kerambah Apung dan Mina Padi).
Beberapa hal yang menjadi perhatian ke depan yaitu masalah permodalan, pembuatan dermaga perikanan nelayan, kemitraan antara nelayan besar dan kecil, budidaya sumber daya laut (rumput laut, kerang dan udang). Sedangkan perikanan air tawar yaitu pembangunan pembuatan pabrik pakan, dan hasil pengolahan ikan yang belum dimiliki sampai saat ini, seperti diantaranya pembangunan infrastruktur bagi pengadaan bibit ikan unggulan.
PERTAMBANGAN
Bidang Pertambangan, Bengkulu Selatan memiliki potensi bahan galian yaitu Bahan Galian Golongan A, Galian B dan Bahan Galian C.Bahan Galian A yang dimiliki Bengkulu Selatan adalah minyak dan Gas Bumi. Untuk Bahan Galian B yang dimiliki Bengkulu Selatan adalah Emas Primer, Mineral Sulfida, Timbal dan Seng, Batu Bara, Marmer dan Biji Besi. Bahan Galian Golongan C seperti Batu Pasir, Koral, dan Batu Kali. Bahan tersebut sampai saat ini dikelola oleh beberapa perusahaan. Namun bahan galian seperti Granit, Fosfat dan Bentonit yang tersebar di beberapa kecamatan belum disentuh, sehingga peluang pada usaha Galian Golongan C ini cukup terbuka.
BIDANG ENERGI
Di Bengkulu Selatan sampai saat ini, jumlah pelanggan listrik yang terlayani baru mencapai 47,9 % dari total kebutuhan masyarakat yaitu sebesar 29.000 pelanggan. Dengan demikian dapat diartikan lebih dari separuh masyarakat Bengkulu Selatan masih menggunakan lampu kaleng. Keadaan ini tentunya tidak terlepas dari terbatasnya pasokan PLN yang masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yang mana kapasitas terpasangnya baru mencapai 9.107 Kwh. Namun daya yang mampu dihasilkan hanya 2.100 Kwh, sementara beban puncak bisa mencapai 5.400 Kwh. Dari angka tersebut dapat disimpulkan bahwa daya mampu kelistrikan di Bengkulu Selatan belum mencapai separuh dari kebutuhan pelanggan yang ada sekarang.
Sebagai gambaran, dapat dijelaskan bahwa Bengkulu Selatan memiliki sumber tenaga air yang cukup menjanjikan, karena ada banyak sungai besar antara lain; Sungai Air Manna, Sungai Air Bengkenang, Sungai Air Kedurang, Sungai Air Nelengau, Sungai Air Nipis, Sungai Air Pino dan Sungai Air Simpur. Bahkan sampai saat ini, seperti Sungai Air Bengkenang yang cukup besar debit airnya tapi tidak bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.
Oleh karena itu, peluang di bidang ini juga cukup besar baik bagi investor luar maupun investor dalam negeri, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Micro Hydro yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya di pedesaan yang belum terlayani listrik.
Beberapa gambaran berkenaan dengan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bengkulu Selatan BENGKULU SELATAN MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pembangunan Kabupaten Bengkulu Selatan dalam jangka pendek maupun jangka menengah masih akan bertumpu kepada sektor pertanian, karena pada kenyataannya sektor pertanian masih memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu 33,83 %, berdasarkan Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha 2007-2008 dengan nilai sebesar 339,895 Milliar. Namun demikian terdapat juga perkembangan pada sektor-sektor lain diantaranya sektor perdagangan yang mencapai nilai sebesar 24,39 persen. Selain itu pada sektor jasa juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan yang sudah mencapai nilai 22,89 persen. Sementara sektor industri pengolahan masih sangat kecil yaitu 1,36%.
Dari data yang telah dipaparkan diatas memberikan gambaran yang penting bahwa ke depan rencana pembagunan baik jangka menengah maupun jangka panjang serta kebijakan pembangunan diarahkan pada pengembangan sektor jasa, sektor perdagangan dan industri pengolahan, termasuk listrik, gas dan air bersih. Bidang ini sangat potensial karena Bengkulu Selatan memiliki sumber-sumber daya alam yang cukup memadai.
Sumber : bengkuluselatankab.go.id/

Jumat, 17 Agustus 2012

Radio Mitra Fm Manna Bengkulu Selatan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Radio Mitra Fm Manna Bengkulu Selatan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H Mohon Maaf Lahir Dan Batin
Ketika ramadhan telah lepas
Tiada dzikir yang lebih pantas
Selain takbir bagi pemilik
Ketika takbir telah bergema
Tiada yang lebih bermakna
Selain pintu maaf yang dibuka.
Selamat lebaran, semoga diterima amalan,
yang ikhlas dilakukan, selama Ramadhan.