Senin, 16 September 2013

IKUTI FESTIVAL DANGDUT PESTA RAKYAT SIMPEDES

Dalam rangka akan diadakannya Pesta Rakyat Simpedes tahun 2013 , Kanca BRI Manna Bengkulu Selatan akan mengadakan festival lagu lagu dangdut waktu dan tempat serta syarat syarat pendaftaran dapat dilihat di foto bawah ini :

Sabtu, 14 September 2013

CARA MENDAPATKAN KREDIT BANK BAGI UKM

Para pengusaha kecil biasanya memiliki kesulitan mendapatkan pendanaan dari institusi keuangan seperti bank dan dana ventura. Meskipun pemerintah sudah membuat program KUR dan bank-bank pun berlomba memberikan skema kredit murah khusus untuk usaha kecil menengah (UKM), namun masih banyak pengusaha-pengusaha kecil yang tidak bisa mendapat akses ke sumber-sumber pendanaan tersebut. Para pengusaha kecil harus paham bahwa bank dituntut untuk memiliki prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit. Hal ini bertujuan untuk menghindari terulangnya krisis finansial di tahun 1997 dan 2008. Agar mendapatkan kucuran kredit, para pengusaha UKM sebaiknya mengetahui hal-hal yang diteliti oleh bank sebelum mengucurkan kredit bagi pengusaha dan usaha tertentu. Secara ringkas hal-hal tersbut sering dinamakan Lima C (Five C's). Berikut lima C tersebut. Capacity (Kapasitas/Kemampuan) : C yang pertama ini berkaitan dengan kemampuan sebuah usaha untuk mengembalikan pinjaman bank. Untuk menilai hal ini, bank akan melihat aliran uang (cash flow) dan alternatif-alternatif lain yang dimiliki oleh sebuah usaha yang bisa digunakan sebagai pembayaran pinjaman. Simpanlah catatan up-to-date sehingga Anda selalu mengetahui cash flow balance usaha Anda. Ketahuilah perkiraan besaran dana yang akan usaha Anda miliki dalam 6 bulan ke depan sehingga anda dapat membuat keputusan bisnis terbaik untuk hari ini. Collateral (Agunan) : Bank akan mempertimbangkan aset yang berguna milik Anda yang dapat dijadikan agunan/jaminan kredit. Hal-hal seperti properti (tanah,bangunan), piutang usaha, logam mulia, peralatan dan mesin dan inventori barang yang dimiliki bisa dipergunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit bank. Character (Karakter) : Bank akan menilai apakah sebuah usaha dan pemiliknya pantas mendapatkan kucuran kredit. Bank melakukan ini dengan memerikasa pihak-pihak yang dijadikan sebagai referensi, mereka juga kana melihat riwayat kredit pemilik dan usahanya (biasanya catatan ini ada di BI). Seringkali bank juga akan menilai dengan melihat ingkat pendidikan dan pengalaman sang pemilik. Conditions (Kondisi usaha) : Bank akan mempertimbangkan kondisi sebuah usaha untuk menentukan kelayakannya mendapatkan pinjaman bank. Hal ini berarti mereka akan mengevaluasi lingkungan eksternal sebuah usaha yang berkaitan dengan usaha tertentu seperti : konsumen, saingan usaha, biaya produksi, supplier (pemasok) dan indikator ekonomi lainnya. Capital (modal) : Nilai bersih dan ekuitas pemilik usaha adalah dua hal penting dalam proses penentuan kelayakan usaha. Sebagai pemilik bisnis, hal yang bisa Anda lakukan untuk menyakinkan bank bahwa Anda dan usaha Anda layak mendapat kredit adalah dengan menunjukkan berapa bamyak uang Anda sendiri yang ditanam dalam bisnis Anda. Seorang pengusaha yang tidak mau menanamkan uangnya sebdiri untuk usahanya membuat bank akan enggan mengucurkan pinjaman. Memang banyak hal lain yang menjadi pertimbangan bank sebelum memberikan pinjaman kepada sebuah usaha. Meskipun demikan Lima C ini memberikan panduan sederhana bagi pengusaha kecil untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan bank dalam menentukan kelayakan sebuah usaha. Jika aplikasi pengajuan pinjaman atau kredit Anda ditolak, tanyakanlah sebabnya dan apakah pihak bank memerlukan informasi tambahan dari Anda. Hal yang terpenting adalah siapkan catatan keuangan Anda secara lengkap dan tertib sebelum mengajukan aplikasi permohonan kredit. Sumber : Startup Central

Sabtu, 07 September 2013

Abraham Samad: Kita Ini Dibodohi Terus, Impor Itu Bohong

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku prihatin dengan banyaknya potensi pemasukan negara yang hilang akibat kebijakan pemerintah yang tak jelas. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama dengan KPK bergerak secara progresif memberantas korupsi. Saat memberikan materi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Hotel Ecopark, Ancol, Jakarta, Sabtu (7/9/2013), Samad menyoroti kebijakan impor pangan yang ditempuh pemerintah. Dalam penelitian yang dilakukan KPK, banyak kebijakan impor yang tak perlu dilakukan karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang jauh dari sekadar cukup. "Kita ini dibodoh-bodohi terus, impor-impor itu bohong karena KPK sudah memelajarinya," kata Samad. Selain mengenai impor pangan yang tak jelas, Samad juga menyoroti lemahnya regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia. Ia mengatakan, dari 45 blok minyak dan gas (migas) yang saat ini beroperasi di Indonesia, sekitar 70 persen di antaranya dikuasai oleh kepemilikan asing. Kondisi semakin parah karena banyak pengusaha tambang di Indonesia yang tak membayar pajak dan royalti kepada negara. Dalam perhitungan KPK, potensi pendapatan negara sebesar Rp 7.200 triliun hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal, kata Samad, pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20.000 triliun. Namun, pendapatan sebesar itu tergerus karena pemerintah tidak tegas dalam regulasi dan kebijakan. "Bila dibagi ke seluruh rakyat, maka pendapatan rakyat Indonesia per bulan bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya. Atas semua itu, dalam Rakernas PDI Perjuangan, ia mendorong agar pemerintah menasionalisasikan semua blok migas dan potensi sumber daya alam yang kini dikuasai oleh asing. Ia juga mendesak pemerintah memperketat izin pada pengusaha tambang dan harus patuh pada pembayaran royalti serta pajak menyusul adanya rencana membuka 144 sumur migas baru di Indonesia pada 2013. "Supaya tak ada lagi anak putus sekolah, supaya Indonesia kembali ke kejayaannya," kata Samad. Sumber : Nasional.kompas.com