Sabtu, 14 September 2013

CARA MENDAPATKAN KREDIT BANK BAGI UKM

Para pengusaha kecil biasanya memiliki kesulitan mendapatkan pendanaan dari institusi keuangan seperti bank dan dana ventura. Meskipun pemerintah sudah membuat program KUR dan bank-bank pun berlomba memberikan skema kredit murah khusus untuk usaha kecil menengah (UKM), namun masih banyak pengusaha-pengusaha kecil yang tidak bisa mendapat akses ke sumber-sumber pendanaan tersebut. Para pengusaha kecil harus paham bahwa bank dituntut untuk memiliki prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit. Hal ini bertujuan untuk menghindari terulangnya krisis finansial di tahun 1997 dan 2008. Agar mendapatkan kucuran kredit, para pengusaha UKM sebaiknya mengetahui hal-hal yang diteliti oleh bank sebelum mengucurkan kredit bagi pengusaha dan usaha tertentu. Secara ringkas hal-hal tersbut sering dinamakan Lima C (Five C's). Berikut lima C tersebut. Capacity (Kapasitas/Kemampuan) : C yang pertama ini berkaitan dengan kemampuan sebuah usaha untuk mengembalikan pinjaman bank. Untuk menilai hal ini, bank akan melihat aliran uang (cash flow) dan alternatif-alternatif lain yang dimiliki oleh sebuah usaha yang bisa digunakan sebagai pembayaran pinjaman. Simpanlah catatan up-to-date sehingga Anda selalu mengetahui cash flow balance usaha Anda. Ketahuilah perkiraan besaran dana yang akan usaha Anda miliki dalam 6 bulan ke depan sehingga anda dapat membuat keputusan bisnis terbaik untuk hari ini. Collateral (Agunan) : Bank akan mempertimbangkan aset yang berguna milik Anda yang dapat dijadikan agunan/jaminan kredit. Hal-hal seperti properti (tanah,bangunan), piutang usaha, logam mulia, peralatan dan mesin dan inventori barang yang dimiliki bisa dipergunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit bank. Character (Karakter) : Bank akan menilai apakah sebuah usaha dan pemiliknya pantas mendapatkan kucuran kredit. Bank melakukan ini dengan memerikasa pihak-pihak yang dijadikan sebagai referensi, mereka juga kana melihat riwayat kredit pemilik dan usahanya (biasanya catatan ini ada di BI). Seringkali bank juga akan menilai dengan melihat ingkat pendidikan dan pengalaman sang pemilik. Conditions (Kondisi usaha) : Bank akan mempertimbangkan kondisi sebuah usaha untuk menentukan kelayakannya mendapatkan pinjaman bank. Hal ini berarti mereka akan mengevaluasi lingkungan eksternal sebuah usaha yang berkaitan dengan usaha tertentu seperti : konsumen, saingan usaha, biaya produksi, supplier (pemasok) dan indikator ekonomi lainnya. Capital (modal) : Nilai bersih dan ekuitas pemilik usaha adalah dua hal penting dalam proses penentuan kelayakan usaha. Sebagai pemilik bisnis, hal yang bisa Anda lakukan untuk menyakinkan bank bahwa Anda dan usaha Anda layak mendapat kredit adalah dengan menunjukkan berapa bamyak uang Anda sendiri yang ditanam dalam bisnis Anda. Seorang pengusaha yang tidak mau menanamkan uangnya sebdiri untuk usahanya membuat bank akan enggan mengucurkan pinjaman. Memang banyak hal lain yang menjadi pertimbangan bank sebelum memberikan pinjaman kepada sebuah usaha. Meskipun demikan Lima C ini memberikan panduan sederhana bagi pengusaha kecil untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan bank dalam menentukan kelayakan sebuah usaha. Jika aplikasi pengajuan pinjaman atau kredit Anda ditolak, tanyakanlah sebabnya dan apakah pihak bank memerlukan informasi tambahan dari Anda. Hal yang terpenting adalah siapkan catatan keuangan Anda secara lengkap dan tertib sebelum mengajukan aplikasi permohonan kredit. Sumber : Startup Central