Jumat, 20 Desember 2013

Putra Bengkulu Selatan Temukan Aplikasi T-SMS

Ozi (kiri) saat uji aplikasi T-SMS untuk penyandang tunanetra.IST/RB
Ozi Priawadi, salah satu putra daerah Bengkulu Selatan berhasil mengharumkan nama daerah ke tingkat nasional. Alumni SMAN 2 Bengkulu Selatan itu, berhasil menemukan aplikasi teknologi pesan singkat (SMS) bagi penyandang tunanetra.
Aplikasi itu didanai oleh DIKTI dalam program PKM-KC dengan judul “T-SMS : Aplikasi SMS (Short Message Service) untuk Tunanetra”. Menurutnya, dengan aplikasi tersebut handphone para pengguna dapat mengubah suara menjadi teks dan teks tersebut bisa bersuara kembali.
Untuk mengirim SMS, penggunanya tinggal melisankan pesan yang akan dikirim. Teknologi speech-to-text yang dibenamkan pada aplikasi ini akan mengubah suara yang terdengar menjadi teks. Lalu, bagaimana jika ada pesan yang masuk?
Tenang, teknologi text-to-speech akan mengubah pesan teks menjadi suara. Dengan demikian, SMS yang masuk akan dibacakan. Dilengkapi desain antar-muka yang dirancang khusus untuk tunanetra, T-SMS merupakan pilihan tepat untuk mempermudah penggunaan layanan SMS.
Dengan lancarnya komunikasi, salah satunya via SMS, maka produktivitas dan kinerja suatu industri, badan, atau organisasi yang beranggotakan tunanetra akan meningkat. Selain menggunakan desain antar-muka yang dirancang khusus untuk penyandang tuna netra aplikasi ini juga bersifat user-friendly. Dan aplikasi T-SMS dapat diunduh secara gratis.
“Awalnya dari mencari ide untuk membuat skripsi. Pengennya skripsi saya itu tidak hanya berada di perpustakaan atau cuman sebatas pajangan saja. Tapi bisa berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Setelah baca-baca skripsi-skripsi kakak kelas akhirnya saya menemukan satu judul yang menarik, yang intinya membuat aplikasi untuk handphone berbasis JAVA J2ME yang apabila keypad-nya ditekan akan mengeluarkan suara. Aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh tunanetra dalam hal pengetikan SMS. Berawal dari situlah saya berpikir bagaimana kalau saya mengembangkan aplikasi yang intinya dapat memudahkan tunanetra dalam pengetikan SMS tetapi dengan teknologi yang berbeda,” kata Ozi, yang masih berada di Brunei Darussalam, kemarin (16/12).
Fungsi dari aplikasi ini untuk memudahkan tunanetra (low vision) dalam menggunakan fitur SMS pada smartphone berbasis Android. Karena sekarang handphone berbasis JAVA J2ME sudah jarang digunakan, akhirnya Ozi memilih handphone android. Karena handphone berbasis android sekarang lebih digemari dan harganyapun terjangkau.
“Kalau yang tadi cuman mengeluarkan suara dari keypad, maka di Android karena teknologinya lebih modern dan semuanya layar sentuh maka saya menggunakan teknologi speech-to-text untuk mengubah suara menjadi teks dan text-to-speech untuk mengubah teks menjadi suara,” kata Ozi lulusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB yang diwisuda 20 November 2013 lalu.
Dia sangat berharap aplikasi tersebut bisa dilanjutkan lagi pengembangannya. Dan juga dengan adanya aplikasi ini akan ada banyak developer yang mulai memikirkan untuk membuat aplikasi yang bisa memudahkan saudara-saudara kita yang kurang beruntung untuk juga bisa menikmati teknologi sekarang.
“Mereka juga manusia, dan mereka juga punya hak untuk merasakan apa yang kita rasakan dan developer yang menjadi perantara mereka dalam menikmati teknologi,” ujar Ozi.
Untuk lebih jelasnya juga lampirkan link Youtube demo aplikasinya, yakni http://www.youtube.com/watch?v=-j0oJ38-Zvs. Tetapi di Youtube ada beberapa fungsi yang saya hilangkan dan saya tambahkan, berdasarkan masukan dari guru di SLB Al-Irsyad Bogor.
“Yang saya hilangkan seperti : fitur Shake to application karena menurut guru SLB Al-Irsyad Bogor fitur tersebut mengganggu, soalnya kalau kita lagi jalan atau handphonenya kesenggol maka aplikasi akan terbuka secara otomatis terus. Sedangkan yang ditambahkan : Text-to-speech di setiap kotak masuk dan pesan terkirim. Jadi setelah pengguna menekan pesan, maka aplikasi akan membacakan isi pesan tersebut secara otomatis. Setelah itu saya tambahkan tombol A+ dan A- di setiap kotak masuk dan pesan terkirim yang fungsinya untuk membesarkan dan mengecilkan huruf. Untuk memasukkan nomer handphone tujuan, pengguna tinggal menyentuh keypad nomor dilayar dan akan ada suara disetiap nomor di keypad-nya. Apabila menu disentuh akan mengeluarkan suara, dan apabila ditekan lebih lama maka akan ke menu selanjutnya atau melakukan suatu action tertentu,” demikian buah hati pasangan Zainul Husnan dan Yuniarti.
Nama : Ozi Priawadi
TTL : Manna, 11 Agustus 1991
Alamat : Jalan Pemangku Basri RT 12 Manna, Bengkulu Selatan
Lulusan : SMAN 2 Bengkulu Selatan
: IPB
Hobi : Blogging, travelling, membaca dan fotografi.
Nama Ortu : Zainul Husnan (Lurah Tanjung Mulia) dan Yuniarti
Sumber Berita : Harian Rakyat Bengkulu