Kamis, 16 Januari 2014

TATA CARA PENGGUNAAN PUPUK HAYATI BIO SUPERTAN PADA TANAMAN PADI

1. PERSEMAIAN BENIH :
- Di dalam 1 Ha (10.000 m2) sawah dibutuhkan kurang lebih 20 kg benih padi
- Umumnya untuk perkecambahan, benih padi direndam selama 2 x 24 jam (2 hari), tetapi dengan menggunakan biosupertan, berkecambahan bisa dipercepat menjadi 2 jam. Caranya :
 Sediakan tempat (baskom plastik/ember) dan air sumur/air sungai, jangan air PDAM karena mengandung kaporit dan usahakan bebas dari bahan-bahan kimia. Masukkan air ke dalam baskom plastik/ember, lalu tuangkan biosupertan melalui tutupnya dengan perbandingan : 1 tutup biosupertan + 2 liter air (asumsi : bila untuk merendam benih 20 kg dibutuhkan air sekitar 12 liter air, maka bio yang digunakan 6 tutup). Sebelum benih dimasukkan ke dalam ember, maka campuran bio + air tersebut didiamkan terlebih dahulu selama 10 menit, tujuannya agar mikroba yang ada di dalam botol bio itu bisa aktif bergerak setelah lama “tertidur”, baru masukkan benih padi.
- Diamkan benih padi terendam dalam larutan bio + air selama 1 sampai 2 jam
- Angkat benih, tiriskan dan diperam sampai tumbuh kecambah kecil-kecil
- Siapkan lahan persemaian, ukuran 100 m persegi untuk 20 kg benih
- Lahan persemaian perlu diolah terlebih dahulu, caranya dengan menyiramkan/menyemprotkan larutan bio + air (dengan perbandingan 1 tutup bio + 1 liter air) ke tanah persemaian. (Baik juga bila menaburkan terlebih dahulu sedikit bahan-bahan organik, lalu disiram/disemprot dengan larutan bio + air tersebut).
- Setelah lahan persemaian diolah, benih padi disemaikan/ditebarkan.
 Kebutuhan untuk mengolah lahan persemaian ukuran 100 m2 = 1 tank air = 14 tutup bio (Penerapan I).
2. PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAM
- Bersihkan rumput dan jerami di lahan dengan cara dipotong, usahakan jangan diracun menggunakan pestisida. Tumpukan rumput dan jerami dalam kondisi basah disemprot dengan larutan bio + air dengan perbandingan ( 1 tutup + 1 liter air). Kemudian tumpukan jerami itu dibalik dengan menggunakan bajak/traktor
- Setelah jerami ada di bawah, tanah di atasnya disemprot lagi dengan larutan bio + air dengan perbandingan 1 tutup + 1 liter air.
- Dalam pengolahan ini, usahakan ketinggian air hanya 2 – 3 cm dan batas lahan ditutup supaya air tidak mengalir ke lahan lain.
- Diamkan selama 3 – 5 hari, baru ditanam bibit padi.
- Buang air yang menggenang selama 3 – 5 hari itu secara perlahan-lahan, dengan cara melobangi tanah batas lahan sebesar jari telunjuk supaya air bisa mengalir dan air yang menggenang bisa surut
 Kebutuhan biosupertan dalam pengolahan lahan sebelum tanam dalam 1 Ha berkisar 4 botol (Penerapan II).
3. PELAKSANAAN TANAM - Bibit dipindahkan pada saat umur 20-25 hari
- Cirinya : berdaun 5-6 helai, tinggi 22-25 cm, batang bawah besar dan keras
- Bibit dicabut, usahakan bagian akarnya terbawa semua dan tidak rusak
- Bibit diikat sebelum ditanam, usahakan akar tetap terendam
- Bibit ditanam dalam 1 lubang ada 2-3 bibit, kedalaman 2 cm
- Jarak tanam 25 x 25 cm
4. PEMUPUKAN
- Pada dasarnya pupuk hayati bukan pupuk dalam pengertian konvensional (anorganik), sehingga aplikasinya tidak dapat menggantikan seluruh hara yang dibutuhkan tanaman. Aplikasi pupuk hayati ke dalam tanah, dapat meningkatkan aktivitas mikroba di dalam tanah, sehingga ketersediaan hara berlangsung optimum dan dosis pupuk konvensional (anorganik) dapat dikurangi.
- Penggunaan dosis pupuk anorganik untuk lahan 1 Ha (setelah lahan disemprot dengan pupuk hayati biosupertan) : Urea 100 kg, SP 36 sebanyak 100 kg dan KCl 50 kg, atau menggunakan Urea 50 kg dan NPK 200 kg.
- Pemupukan dilakukan 2 kali dalam 1 kali produksi (tanam padi)
• Cara Pemupukannya :
- Lakukan penyemprotan pada lahan pada saat benih padi berumur 15 hari setelah tanam dengan perbandingan 1 tutup bio + 1 liter air (kebutuhan pupuk hayati bio = 2 botol) (Penerapan III)
- Selang 3 sampai 7 hari lakukan pemupukan (anorganik) dengan dosis 1/3 dari kebutuhan pupuk keseluruhan, yakni Urea 35 kg, SP 35 kg dan KCl 15 kg (Tahap I)
- Lakukan penyemprotan ulang pada saat benih padi berumur 40 hari setelah tanam dengan perbandingan 1 tutup bio + 1 liter air (kebutuhan pupuk hayati bio = 2 botol) (Penerapan IV)
- Selang 3 sampai 7 hari lakukan pemupukan (anorganik) dengan dosis 2/3 dari kebutuhan pupuk keseluruhan, yakni Urea 65 kg, SP 65 Kg dan KCl 35 kg (Tahap II) • Sambil menunggu masa panen sekitar 90 hari sejak tanam, maka perlu diperhatikan hama tanaman padi.
 Total kebutuhan pupuk hayati biosupertan untuk budidaya tanaman padi dalam 1 Ha sekitar 8 botol.
 Penyemprotan dengan biosupertan sebaiknya dilakukan sebelum pukul 10.00 agar air di dalam lahan tidak terlalu panas terkena terik matahari.