Senin, 17 November 2014

Terkendala DED Penyebab Pembangunan Pemecah Gelombang Pasar Bawah Belum Terlaksana

Mitra Fm Bengkulu Selatan – Terkendala Detail Enginering Design (DED), inilah penyebab hingga kini belum di bangunnya pemecah gelombang (break water) di lokasi pelabuhan nelayan Pasar Bawah Kabupaten Bengkulu Selatan.
Padahal nelayan daerah itu sangat membutuhkan pelabuhan nelayan yang cukup memadai, Sementara sampai kini pelabuhan nelayan di Kabupaten Bengkulu Selatan ini masih secara alami.
Tidak jarang perahu nelayan saat mendarat dan mau melaut mendapat musibah hingga terbalik akibat gelombang laut yang cukup besar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bengkulu Selatan Defti Burhani, dikonfirmasi Jum’at (24/10/2014) menjelaskan, “untuk pembangunan break water di muara sungai Air Manna Bengkulu Selatan itu sudah di pikirkan dari dulu. Bahkan sudah pernah di konsultasikan ke Kementerian Kelautan Dan Perikanan Jakarta. Hanya saja hal itu terkendala detail enginering design (DED)”, katanya.
Lanjut Defti, dari hasil konsultasi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan pusat, dalam menyampaikan usulan haruslah ada kajian yang matang (study kelayakan) dan dampak yang akan terjadi dalam pembangunan break water tersebut. Nah dalam mengkaji kelayakan untuk membangun break water tersebut membutuhkan dana tidak sedikit. “Pada saat kami konsultasi ke kementerian kelautan tahun 2011 yang lalu. Dana untuk melaksanakan detail engineering design (DED) itu membutuhkan biaya paling kecil Rp 1 Miliar. Dana itu pun di bebankan dari APBD daerah sendiri,” ungkap Defti.
“Dana Rp 1 Miliar Itu baru untuk biaya konsultan dalam merencanakan dan melaksanakan uji kelayakan DED tersebut. Di takutkan, nantinya setelah dana itu di anggarkan, dan dalam pelaksanaan perencanaan ternyata pihak konsultannya mengatakan tidak layak dilakukan pembangunan break water di pelabuhan pasar bawah tersbut, maka uang Rp 1 M tersebut mubazir. Hal inilah salah satu faktor utama belum di bangunnya break water di pantai pasar bawah Bengkulu selatan itu,” ujar Defti.
Namun kata Defti, pihaknya sekarang ini sedang melakukan pendekatan kepada pihak dinas kelautan dan perikanan (DKP) provinsi Bengkulu. Dengan harapan DKP provinsi dapat membantu dana perencanaan DED tersebut. < br > Kadis DKP Kabupaten Bengkulu Selatan itu berharap kepada pemerintah, melalui dinas DKP provinsi Bengkulu agar dapat membantu menganggarkan dana untuk biaya konsultan DED dan dana pembangunan break water di muara sungai Air Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.(tango)